| Penulis | : Sri Rahayu |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 13 Aug 2026 |
Abstrak
Kulit merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat penting sebagai pelindung tubuh, Beberapa masalah dapat terjadi pada kulit seperti kulit kasar, kusam, bersisik, gatal, kemerahan, rasa nyeri, iritasi dan kulit kering. Kulit kering merupakan suatu masalah kulit yang dapat dialami oleh semua orang. Berbagai tumbuhan secara tradisional telah digunakan untuk perawatan kulit, dan menjaga kulit tidak menjadi kering, misalnya daging buah salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) banyak terdapat di Sumatera Utara, memiliki kandungan senyawa polifenol, tanin, dan vitamin C yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antioksidan, maka dapat memberi perawatan dan kelembapan kulit, tetapi belum diformulasikan ke dalam bentuk sediaan. Oleh karena itu peneliti menformulasikan sari air daging buah salak ke dalam sediaan krim dan melakukan uji efektivitas sediaan sebagai pelembab kulit dengan tujuan untuk mendapatkan sediaan pelembab kulit bahan alami yang memiliki mutu fisik yang baik, efektif sebagai pelembab kulit dan mudah penggunaannya untuk memberi kelembaban dan perawatan kulit yang baik dan bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental yaitu dengan membuat sediaan krim dengan konsentrasi sari air daging buah salak 10%, 20%, 30%. Dilakukan skrining fitokimia pada daging buah salak segar dan sari airnya, dilakukan evaluasi sediaan krim meliputi uji organoleptis, uji stabilitas, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar, uji iritasi terhadap sukarelawan, uji kesukaan, dan uji efektivitas sediaan sebagai pelembab kulit. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daging buah salak segar dan sari airnya mengandung senyawa metabolit sekunder yang sama yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, saponin dan steroid/triterpenoid. Seluruh formula memenuhi syarat sediaan krim yang baik dan tidak mengiritasi kulit panelis. Uji efektivitas sediaan sebagai pelembab kulit menggunakan alat skin analyzer selama 8 minggu pada kulit bagian punggung tangan panelis menunjukkan bahwa sediaan krim dengan konsentrasi 30% merupakan formula yang paling disukai panelis persentase peningkatan kadar air (kelembaban) dan penurunan kadar minyak paling tinggi. Peningkatan kadar air dengan nilai 9,74 ± 0,62 % pada minggu ke-2 dan 22,73 ± 1,44 % pada minggu ke-8. Penurunan kadar minyak dengan nilai 8,59 ± 2,95 % pada minggu ke-2 dan 14,36 ± 2,55 % pada minggu ke-8.
Kata Kunci : Krim, pelembab kulit, daging buah salak, sari air.