| Penulis | : Juli Antika Hasibuan |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 11 Aug 2026 |
Abstrak
Ikan gabus (Channa striata) merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi, proses pengasapan yang kurang higienis dapat menyebabkan kontaminasi mikroba patogen, termasuk S. aureus yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri pada ikan gabus salai yang dijual di pasar tradisional, khususnya untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus aureus serta menghitung jumlah total bakteri berdasarkan standar SNI 7388:2009. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan sampel ikan gabus salai yang diambil dari empat pedagang di Pasar Tradisional Simpang Limun. Identifikasi dilakukan melalui serangkaian uji meliputi uji media selektif Manitol Salt Agar (MSA), pewarnaan Gram, serta uji biokimia seperti uji motilitas, katalase, koagulase, dan Voges-Proskauer (VP). Selain itu, dilakukan pula penghitungan Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode hitung cawan pada media Plate Count Agar (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koloni berwarna kuning pada media MSA mengindikasikan adanya pertumbuhan Staphylococcus aureus. Hasil pewarnaan Gram memperlihatkan bakteri berbentuk kokus berwarna ungu yang merupakan ciri bakteri Gram positif. Uji biokimia memperkuat hasil tersebut dengan reaksi positif pada uji katalase, koagulase, dan VP. Nilai ALT yang diperoleh dari beberapa sampel menunjukkan jumlah koloni tidak melebihi batas maksimum SNI yaitu 5x105 koloni/g, menandakan bahwa ikan gabus salai walaupun mengandung atau terdapat S. aureus yang diuji masih aman dikonsumsi.