| Penulis | : Winda Wardani Wijaya Nasution |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 11 Aug 2026 |
Abstrak
Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat paparan panas yang dapat menimbulkan infeksi serta gangguan fungsi kulit. Salah satu alternatif penanganan luka bakar adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki aktivitas farmakologis. Daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, serta antibakteri sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak etanol daun kelengkeng terhadap penyembuhan luka bakar pada kulit mencit putih jantan (Mus musculus) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif.
Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1%, 3%, dan 5%, serta kelompok kontrol positif, kontrol basis salep, dan kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi perubahan luas luka dan persentase kesembuhan luka selama masa pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak etanol daun kelengkeng mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar dibandingkan kelompok control negatif. Konsentrasi 5% memberikan aktivitas penyembuhan paling efektif dalam mempercepat penutupan luka.
Kata kunci: Daun kelengkeng, luka bakar, salep, flavonoid, Mus musculus